Ah, aku pendek!
Aku kurang putih!
Aku nggak ganteng, mana mungkin bisa begitu...
Aku nggak bisa main gitar, gimana bisa begini?
Aku nggak terlalu pinter untuk bisa seperti dia...
Keren ya, dia banyak yang ngejer. Lah aku?
Asik ya, dia bisa jalan-jalan keliling dunia. Aku cuma disini-sini aja...
Aku nggak punya kelebihan yang bisa dibanggain!
Beberapa pernyataan di atas merupakan keluhan-keluhan yang cukup sering ku teriakkan dalam hati. Bukannya nggak bersyukur, aku cuma sering aja mempertanyakan tentang kekuranganku.
Tapi, bukannya itu namanya nggak bersyukur ya?
Bener juga, sih.
Tapi, apa emang aku punya kelebihan?
Yang ini bener juga.
Kalian juga gitu nggak sih? Aku yakin sebagian besar dari kita juga gitu, minimal pernah berfikir seperti itu. Tapi yang namanya manusia, terutama yang masih muda, pasti selalu menginginkan lebih. Dapet satu, mau yang lain, punya ini, mau yang itu. Dengan kata lain, tidak pernah merasa puas.
Kamis, 16 April 2015
Minggu, 12 April 2015
Cewek, UN, dan Kreativitas
Dalam dua minggu terakhir, aku selalu jor-joran ngeposting blog sampe aku lupa akan akibatnya yang bisa membuat aku kehabisan ide. Aku ngerasa bego...
Untungnya, karena besok UN buat SMA kelas terakhir, maka aku menjadikan UN sebagai bahasan kali ini. Aku ngebahas, "Kenapa sih UN nggak penting?" Tapi sebelumnya, izinkan aku membahas sedikit kisah temenku sewaktu SMP.
Nah, ceritanya temenku tersebut bernama X (Seorang pria paruh baya yang sedang berjuang keras menamatkan sekolahnya dengan segera). Jadi, beliau ini punya cewek, yaa pacaranlah ceritanya. Namun, sebulan sebelum UN SMP diselenggarakan, dia diputusin sama pacarnya. Alasannya klasik, "Aku mau fokus UN dulu, pengen fokus belajar." Aku malah heran apa hubungan pacaran sama UN, aku curiga dia mutusin temenku, lalu macarin abang-abang yang jualan kunci jawaban UN.
Rabu, 08 April 2015
Segala Tentang Menulis
Barusan aku nontonin orang mancing ikan. Kok bisa? Karena papaku lagi ada urusan sama temennya dan kebetulan di deket rumah kawan papaku itu ada kolam pancing, ya daripada nggak ada kerjaan mendingan nontonin orang mancing.
Setelah mengamati selama beberapa menit, aku mulai mengerti betapa sakitnya menunggu. Apalagi yang ditunggu belum tentu datang. Sama kayak mancing, meskipun udah nunggu lama, belum tentu dapat ikan. Begitu ilustrasinya.
Kalo kata papaku, "Namanya juga udah hobi atau mungkin dia masih yakin bakal dapat ikan. Makanya mau nungguin."
Aku menangkap dengan jelas maksud kalimat yang dipaparkan papaku, berarti kalo seseorang udah suka sama sesuatu, maka dia bakal rela menunggu sampe dia dapet. Dan juga... Karena dia masih yakin pasti akan ngedapetin sesuatu tersebut. Makanya masih setia menunggu.
Setelah mengamati selama beberapa menit, aku mulai mengerti betapa sakitnya menunggu. Apalagi yang ditunggu belum tentu datang. Sama kayak mancing, meskipun udah nunggu lama, belum tentu dapat ikan. Begitu ilustrasinya.
Kalo kata papaku, "Namanya juga udah hobi atau mungkin dia masih yakin bakal dapat ikan. Makanya mau nungguin."
Aku menangkap dengan jelas maksud kalimat yang dipaparkan papaku, berarti kalo seseorang udah suka sama sesuatu, maka dia bakal rela menunggu sampe dia dapet. Dan juga... Karena dia masih yakin pasti akan ngedapetin sesuatu tersebut. Makanya masih setia menunggu.
Senin, 06 April 2015
Jenis-Jenis Orang yang Nyusahin kalo Kita Sholat di Sebelahnya
Udah tiga
hari ini, aku selalu kelupaan buat ngapdet blog. Jangan salahin aku ya, salahin
mamaku aja, soalnya dia yang selalu ngajakin aku jalan-jalan sampe malam,
pulang-pulang ya tinggal tidur. Makanya nggak pernah sempet ngapdet. Maaf ya,
Blog! Aku udah ninggalin kamu, anggurin kamu, jerukin kamu, apelin kamu.
....
Jum’at
kemarin, aku sholat Jum’at di deket rumahku. Sialnya, kali itu aku berada di shaf(barisan) belakang, seperti kita ketahui bersama, barisan itu adalah barisan yang penuh dosa dan godaan karena
deket anak-anak.
Selasa, 31 Maret 2015
Curhat Edition: Tipe-Tipe Orang Yang Nggak Cocok Dicurhatin
Kenapa aku bilang postingan kali ini sebagai "Curhat Edition?" Ya, karena aku udah beberapa kali nulis segala sesuatu tentang curhat yang bisa kalian baca di sini dan satunya lagi di sini. Jadi, aku menganggap segala bentuk postinganku yang menyangkut tentang curhat, adalah sesuatu yang spesial. Karena ada kejujuran dalam menulis di sini. Hahahah.
Kalo
sebelumnya aku pernah ngebahas tentang tipe-tipe orang yang cocok dicurhatin,
kali ini aku bakal ngebahas kebalikannya. Yap, tipe-tipe orang yang nggak cocok
dicurhatin. Seperti yang kita ketahui, sifat-sifat manusia di dunia ini pasti
beda-beda. Ada yang begini, ada yang begitu, dan ada yang “Begini saja sudah
kau sakiti hatiku”. Eaak.
Beberapa
dari kita tentu menyukai sesuatu yang namanya curhat, bisa jadi sama keluarga,
temen, peliharaan, atau sama benda mati kek aku. #ForeverAlone
Karena
menurut beberapa dari kita, menganggap curhat adalah kegiatan yang dapat
mem-plong-kan perasaan yang ketahan. Dengan curhat, kita ngga bakal
menahan-nahan semua yang ingin kita curahkan. Kata mereka gitu, kata aku juga
gitu.
Senin, 30 Maret 2015
Kegiatan Baru, Kesendirian, dan Harapan.
Setelah capek pulang les, aku memutuskan untuk nulis dan ngepost lagi sebagai pertanggungjawaban aku nggak ngepost selama 5 bulan. Dan aku mikir itu sebuah kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan. Haha. Apalah ini!
Setelah sekian lama nggak nulis lagi, wajar tulisanku jadi agak kaku. Maaf ya. Itu adalah hal yang wajar bagi seseorang yang udah nggak nulis selama berbulan-bulan. Yang menjadi sebab aku nggak apdet-apdet adalah jadwal belajar dan olahraga yang padat semenjak awal tahun ini. Dan aku terlalu nikmatin padatnya jadwal ini sampe-sampe kelupaan sama blog. Hehe, maafin aku ya, Blog! Nggak sengaja, kok. Janji, besok nggak nakal lagi.
Akibatnya, beberapa temenku nanyain kemana aja aku selama ini, kenapa blognya nggak apdet-apdet. Salah satunya ialah Bang Ade, anak paruh baya berpostur tinggi ini kemarin nanyain pas ketemu di Mesjid Sekolah,
Minggu, 29 Maret 2015
Kegiatan Baru
Belakangan ini aku jadi hobi makan, akibatnya pipiku keliatan sedikit tembem. Tapi kalo ntar ada yang nanyain, "Kok sekarang pipimu tembem?" Aku akan dengan sigap menjawab, "Iya, itu semua karena terlalu banyak penyesalan terhadapnya yang tak aku telan." Hm.
Coba kalian liat postinganku sebelumnya, ya itu kapan? Tahun lalu! Tepatnya bulan November. Udah lama banget itu kan, iya kan? Jadi canggung aku nulisnya. Haha.
Entah kenapa, aku seperti lagi nggak ada mood untuk nulis atau bisa dibilang keinginan untuk nge-blognya udah mulai hilang dan sekarang udah mulai tumbuh lagi. Kalo dulu, aku selalu punya inspirasi untuk nulis tiap minggunya namun semenjak udah nggak rutin nulis, jangankan inspirasi, password blog aja sempet kelupaan. Maklum, masih muda. Sering lupa.
Langganan:
Postingan (Atom)





